SEJARAH SMAN 8 TANGERANG

SMA Negeri 8 Tangerang berdiri sejak tahun 2003 silam ketika itu dipimpin oleh Kepala Sekolah Bpk Drs. Empik Sukmadadi, pada tahun pelajaran pertama jumlah siswa 6 rombel dengan jumlah siswa 240 orang, dari jumlah pendaftar sebanyak 570 calon peserta didik. Pada tahun 2005 terjadi pergantian pimpinan, SMA Negeri 8 Tangerang dipimpin oleh Bpk Tatang Sutardy, M.Pd. kondisi sekolah secara fisik sudah dilengkapi oleh sarana prasarana, peserta didik berjumlah 18 rombel, jumlah keseluruhan peserta didik 720 orang, terdiri dari kelas X 240, kelas XI 240, kelas XII 240. Pada tahun 2006 kembali terjadi pergantian pimpinan SMA Negeri 8 Tangerang dipimpin oleh Bpk. H. Hikmat, S.Pd., MM hingga sekarang.

Pada Tahun pelajaran 2006/2007 SMA Negeri 8 Tangerang dipercaya untuk menjalankan kurikulum program R-SMA-BI hingga sekarang. Sejak berdiri SMA Negeri 8 Tangerang selalu mengukir prestasi sekolah baik dibidang akademik maupun bidang ekstra kurikuler, seperti setiap tahun siswa teladan tingkat kota selalu dari SMA Negeri 8 Tangerang, kejuaraan science, MIPA dst. Adapun dibidang ekskul prestasi olah raga sampai ditingkat internasional, termasuk dibidang kesenian. Dewasa ini segenap jajaran pimpinan, dewan guru dan staf sedang giat-giatnya merpersiapkan ISO 9001:2008 dan R-SMA-BI Negeri 8 menuju SBI (Sekolah Bertaraf Internasional)

VISI & MISI

Visi

”Unggul dalam prestasi akademik dan non akademik yang berlandaskan Iman dan

Taqwa, dalam menghadapi Era Globalisasi”

Misi

 

1.Mewujudkan pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang

beriman, bertaqwa, cerdas, terampil, kompetitif, dan

mampu menjawab tantangan global.

 

2.Mewujudkan kolaborasi kurikulum KTSP dengan

kurikulum dari negara – negara maju (OECD).

 

3.Mewujudkan pelaksanaan KBM bilingual dalam seluruh mata pelajaran.

 

4.Mewujudkan pembelajaran dan manajemen sekolah yang aktif,kreatif,

inovatif,efektif,dan menyenangkan dengan menggunakan ICT.

 

5.Mewujudkan pengembangan SDM tenaga pendidik yang berkualitas dan

bertaraf internasional, minimal S2 dan dapat berbahasa Inggris.

 

6.Terpenuhinya sarana dan prasarana sekolah yang bertaraf Internasional.

 

7.Pemerataan kesempatan bagi peserta didik berprestasi yang tidak mampu .

 

8.Meningkatkan peran serta tenaga pendidik dan peserta didik dalam

kompetisi akademik dan non akademik ditingkat Nasional dan Internasional.